RSS Feed

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


Untuk Panduan lengkap PKM 2012 silahkan klik link berikut :   http://img.dikti.go.id/wp-content/uploads/2012/09/Panduan-PKM-2012.pdf

Hidup Mahasiswa !

GERAKAN MAHASISWA SADAR KONSTITUSI


Mari berpartisipasi dalam rangkaian acara GEMA SAKTI (Gerakan Mahasiswa Sadar Konstitusi) Fakultas Hukum Universitas Diponegoro !

Untuk informasi mengenai ketentuan pendaftaran dan formulir pendaftaran dapat di download melalui link berikut : KETENTUAN PENDAFTARAN & FORMULIR PENDAFTARAN. Hidup Mahasiswa !

Daftar Perlengkapan Penerimaan Mahasiswa Baru (28 – 29 Agustus 2012)


Perlengkapan Pribadi

1. Alat tulis

2. Buku agenda UNDIP

3. Buku Batik ukuran folio

4. Pita warna merah diikatkan pada lengan tangan kanan. (panjang disesuaikan lengan masing-masing)

5. Name Tag 

 

Perlengkapan kelompok

1. Beras karungan 5 kg

2. Minyak goreng 2 liter kemasan

3. Mie instant merek indomie (kelompok genap: bawa indomie  rebus, kelompok ganjil: bawa indomie goreng) 1 dus

4. Gula 2 kg

5.Sirup 2 botol

 

Keterangan:

- Name tag menggunakan kertas manila ukuran A4 dengan ketentuan mencantumkan –> Nama, asal, kelompok, cita-cita. Serta menyertakan foto berwarna (foto ijazah ukuran 4×6) dan talimenggunakan rafia warna merah.

Disampul merah & diberi lambang undip pada cover halaman (pada halaman pertama (setelah cover)  diberi keterangan nama, tempat tanggal lahir, asal sekolah dan alamat semarang)

- Buku agenda Undip akan digunakan sebagai media resume materi, jadi wajib dibawa

- Menggunakan pita kado ukuran kecil untuk syarat perlengkapan pribadi no. 4

- Buku batik akan digunakan sebagai penugasan untuk meminta tanda tangan 50 Mahasiswa Baru (setiap orang), 17 BPH BEM FH, dan 17 Senat Mahasiswa (format menyusul)

- Perlengkapan kelompok dibawa pada tanggal 29 Agustus 2012 untuk diserahkan kepada yayasan yatim piatu sebagai bakti sosial mahasiswa baru FH Undip 2012

contoh name tag

 

contoh cover buku batik

Daftar Perlengkapan Pendidikan Berkarakter 2012 (30 Agustus – 1 September 2012)


1. Tali Plastik diameter 4mm X 1,5m (1 buah)

2. Tali Kain (Sumbu) diameter 6mm X 2m (1 buah)

3. Uang Koin Rp 100,- (1 keping)

4. Uang Koin Rp 500,- (1 keping)

5. Gelas Plastik diamter 7,5cm X 11cm (1 buah)

6. Kertas Manila / Cover A4 (1 lembar)

7. Peniti Besar (2 buah)

8. Sedotan Besar diameter 8mm X 19,5cm (1 buah)

9. Kantong Plastik Putih 1kg (1 buah)

10. Kantong Plastik Hitam 5kg (5 buah)

11. Karet Gelang (2 buah)

12. Kertas Lipat Warna (1 bungkus)

 

Keterangan :

- Barang yang harus dikumpulkan ke panitia pada tanggal 28 Agustus 2012 adalah Tali Plastikdan Karet Gelang.

- Kantong Plastik Hitam Ukuran 5 kg adalah kantong plastik (kresek) dengan ukuran yang paling besar (bukan polibag), fungsinya adalah sebagai tempat sampah selama PMB, masing-masing mahasiswa baru harus membawa 1 kantong plastik hitam setiap harinya. Dan sampah yang nantinya sudah dikumpulkan, harus dibuang di rumah masing-masing. Fakultas tidak menyediakan tempat pembuangan akhir.

Kantong Plastik Putih Ukuran 1 kg adalah kantong plastik yang biasa digunakan oleh pedagang yang menjual minuman, bukan kantong kresek bening atau plastik yang biasa ada di fotokopian.

- Tidak ada ketentuan warna pada setiap item yang harus dibawa.

- Dress code yang digunakan pada saat pendidikan berkarakter adalah: Putra (kemeja putih, celana bahan hitam, sepatu pantovel, kaus kaki putih), Putri (kemeja putih, celana bahan hitam, sepatu flatshoes hitam, kaus kaki putih)

- Untuk peserta putri tidak diperkenankan menggunakan rok selama kegiatan berlangsung.

- Sisa perlengkapan dibawa pada tanggal 30 Agustus 2012

Selama rangkaian kegiatan pendidikan berkarakter, peserta diharuskan membawa tikar untuk alas duduk

 

contoh barang yang harus dibawa.

Pengisian KRS Online Semester Genap 2012/2013


Diberitahukan pada mahasiswa bahwa Prosedur Pengisian KRS Semester Gasal 2012/2013 sebagai berikut :

1) Mengisi Evaluasi Belajar Mengajar di Semester Genap 2011/2012 (Periode 201120122)

2) Membayar SPP dan PRKP (tanggal 16 Juli s/d 3 Agustus 2012), Jika ada yang terlambat dan disetujui pihak Keuangan Universitas diharapkan menyerahkan bukti ke Bagian Akademik.

3) Mengisi KRS Online di https://simak.fh.undip.ac.id/simaknew mulai tanggal 6 s/d 16 Agustus 2012 (Semua angkatan)

4) Jadwal Kuliah dapat dilihat di menu > Informasi Umum – Jadwal Kuliah

5) Perwalian dosen Online tanggal 6 s/d 16 Agustus 2012 (Dosen Wali yang menyutujui pengambilan KRS Mahasiswa maka akan tercetak di Daftar Hadir Kuliah, jika tidak menyetujui maka pengambilan KRS mahasiswa tidak tercetak di Daftar Hadir Kuliah)

6) Untuk Mahasiswa 2010 dan 2011 akan menggunakan kurikulum baru 2012
Jika ada nilai yang belum keluar dan belum bisa mengambil maksimal sks, maka perpanjangan pengisian krs menunggu keputusan PD1.

7) Setelah mengisi KRS harap di cek di menu > Mahasiswa-Jadwal Kuliah

8) Mahasiswa yang sudah mengisi KRS dan di setujui dosen wali dapat mencetak KRS nya di icon Download PDF dan ditandatangani dosen wali rangkap 3 (rangkap 1 untuk dosen wali, rangkap yang kedua untuk akademik dan rangkap yang ketiga untuk mahasiswa yang bersangkutan)

9) Bagi mahasiswa baru KRS paket semester 1 dan akan dijelaskan pada saat penerimaan mahasiswa baru di Fakultas.

Nb:
Jika ada yang kesulitan dan kurang jelas dapat menghubungi :
Yahoo Messenger = joko_saksono
Email = joko.saksono@undip.ac.id

http://fh.undip.ac.id/id/component/content/article/38-berita/536-pengisian-krs-online-semester-genap-20122013.html

Kemandulan Perguruan Tinggi


Perguruantinggi sejatinya menjadi pusat kegiatan intelektual. Dalam rahim perguruan tinggi pula akan diharapakan lahir para generasi muda yang menentukan arah kualitas dan kuantitas perubahan nasib bangsa ini. Lalu permasalahannya, mengapa banyak sarjana pengangguran? 

Menjamurnya fenomena pengangguran sarjana, disebabkan banyaknya perguruan tinggi memberi iminig-iming setelah lulus akan suskes dalam dunia kerja. Konsep ini dijual tak lain hanyalah untuk menyakinkan para calon mahasiswa. Mereka menonjolkan besaran alumni yang terserap dalam dunia kerja . Jelas, itu satu jurus klasik perguruan tinggi menjawab rasa malu terhadap kritikan sosial atas kegagalan anak didiknya dalam menghadapi dunia nyata. 

Tetapi menjadi bumerang jika dasar asumsi tersebut murni dijadikan sebuah landasan ideologi untuk memformulasikan sistem pendidikan. Efeknya perguruan tinggi bias terjebak dalam sistem pasar yang begitu dominan dengan ide-ide kapitalis imperalis dan akan melupakan fungsinya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, melahirkan generasi muda yang mandiri dalam berpikir dan bertindak kritis-analitis, konstruktif-solutif.

Perguruan tinggi akan berubah fungsi sebagai pegantar peradaban tetapi abdi pasar, sebagai penyedia buruh-buruh kaum kapitalis. Para calon sarjana dikondisikan bergantung pada kebutuhan pasar. Calon Sarjana menjadi rendah dan direndahkan. Sarjana kalah dengan keangkuhan orang-orang berduit. Fenomena ini terindikasi pada beredarnya paradigma berfikir cepat lulus dan segera mendapatkan pekerjaan. Pincanglah mereka. Kuliah semata-mata bukan untuk memperkaya ilmu, melakukan pemberdayaan diri dan masyarakat, tetapi mencari pekerjaan. 

Dapat disimpulkan perguruan tinggi sama halnya dengan sistem pasar. Pembeli yang mempunyai uang dalam jumlah besar dapat mudah memilih dan membeli barang berkualitas. Begitu juga dengan perguruan tinggi, mahasiswa akan mendapatkan fasilitas lengkap dan pendidikan bermutu jika dia mampu membayar dengan harga yang mahal. Tak ayal jika perguruan tinggi bergengsi banyak dihuni oleh orang-orang berduit. Meski calon mahasiswa miskin berprestasi mendapatkan peluang dengan bantuan beasiswa, keadilan selalu tidak berpihak kepada mereka yang miskin dan intelektualnya pas-pasan. Bahkan, mereka selalu tersisih dan tidak punya kesempatan mengubah keadaan karena keterbatasan kemampuannya. Mereka tak bisa berbuat banyak kecuali hanya “mengisap jempol”. Haruskah mereka termaginalkan untuk memperoleh pendidikan berkualitas karena kemiskinannya? Lantas mana janji cita cita bangsa undng-undang yang secara tegas menyatakan bahwa anak-anak bangsa mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan? 

Memang tidak etis jika persoalan pendidikan disalahkan sepenuhnya kepada perguruan tinggi. Sistemlah yang memaksa demikian. Pemerintah yang semestinya menjawab persoalan itu. Mengapa pada masa Orde Baru yang alokasi anggaran pendidikan tidak mencapai 20 persen, biaya pendidikan bisa murah? Kini setelah 20 persen anggaran dari APBN untuk biaya pendidikan, mengapa pendidikan justru semakin mahal dan sulit terjangkau? Idealnya, semakin besar anggaran pendidikan yang dialokasikan oleh pemerintah, semakin terjangkau biaya pendidikan untuk masyarakat. Perguruan tinggi, engkau ini bagaimana? Jangan kau sembunyikan jati dirimu,jangan kau bermewah dengan perhiasaan uang kebodohan anak bangsa tanahmu.

Rizky Jonathan, PMB Departemen Hukum dan Kebijakan Publik

ENGLISH CONVERSATION CLASS


Bahasa Inggris atau English Language adalah dua kata yang saat ini sangat dibutuhkan dalam hal apapun. Pada zaman globalisasi sekarang ini, seperti yang kita ketahui bersama bahwa bahasa inggris adalah bahasa Internasional disamping bahasa Nasional kita, yaitu bahasa Indonesia. Mengapa ? karena sekarang ini dalam segala aspek kehidupan kita semua, bahasa Inggris bisa dikatakan sebagai bahasa komunikasi dimanapun kita berada. Seperti misalnya saja saat kita membeli sebuah produk, maka di kemasan tersebut pastinya terdapat instruksi-instruksi bagaimana cara penggunaan, cara penyimpanan, komposisi bahan, bahkan sampai penjelasan mengenai produk itu yang menggunakan bahasa Inggris.

            Sebagai bukti lainnya bahwa bahasa Inggris sangat penting dapat dilihat dari banyaknya anak sekolah yang sudah diikutkan les bahasa inggris sejak mereka masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Mereka diharuskan untuk mengerti dan memahami bagaimana pengaplikasian bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

            Atas dasar inilah, maka di sini Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) BEM Fakultas Hukum 2012 Universitas Diponegoro mengadakan sebuah program kerja tahunan yang bernama English Conversation Class (ECC). English Conversation Class ini ada sejak kepengurusan BEM tahun 2010. Dulu ECC ini masih bernama English Conversation Free Class dan masuk dalam rangkaian Program Kerja PSDM tahun lalu yang bernama English Zone. Dalam kegiatan ini, Departemen PSDM mendatangkan seorang dosen STIEPARI yang bernama Bapak Eko Martono, S.S.,M.Hum. Kegiatan ini diselenggarakan setiap hari Rabu pukul 15.00-16.30 WIB di ruang H. 204 Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Acara ini akan diselenggarakan selama 15 kali pertemuan, dengan pesertanya adalah mahasiswa Fakultas Hukum Undip dan gratis tanpa dipungut biaya apapun dan nantinya peserta akan diberikan sebuah sertifikat sebagai tanda telah mengikuti kegiatan ini.

            Alasan utama diadakannya sebuah kegiatan seperti adalah tidak lain untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa Fakultas Hukum Undip. Di sini, Departemen PSDM menjanjikan sebuah sistem pengajaran bahasa Inggris yang mengasyikan dan menyenangkan. Seperti namanya, ECC di sini lebih ditekankan dalam hal conversation atau percakapannya. Sebab meskipun mahasiswa tersebut sudah mengerti mengenai rumus atau penggunaan kalimat-kalimat dalam bahasa inggris, tetapi apabila dalam penerapannya salah tempat, maka akan memiliki arti yang berbeda pula.

            Selain alasan seperti yang telah disebutkan di atas juga ada alasan lainnya, yaitu sebagai upaya pembelajaran bagi para mahasiswa Fakultas Hukum Undip pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya, bahwa kita semua tidak hanya dituntut untuk mengerti dan memahami permasalahan dan pencarian solusi dari masalah-masalah hukum nasional, tetapi pada era globalisasi sekarang ini juga dituntut untuk mengerti permasalahan dalam kaitannya dengan hukum Internasional.

Ikha Nur Diniawati, PMB Departemen PSDM.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.